Rabu, 02 Desember 2009

21531

kenapa ada dua jalan disini
aku tak tau
kemana arah yang kutuju
Aku belum kenal daerah ini
petunjukpun takku punya
padahal….
sebentar laagi gelap
Dikananku persimpangan yang begitu luas
jalannya licin beraspal
cahanya berkilau
indah… memukau…
aku ingin lewat kesana

dikiriku ada jalan setapak
seperti tak dijejak
penuh semak berteman duri
gelap…
tanpa cahaya tiada benderang
mungkin tak ada waktuku
tuk ayunkan langkah kesana

aku mulai berjalan
melangkah dengan penuh semangat
menuju impian
terang…
menyenangkan…
ya…sangat…ndah
namunnn…
sekian lama ku ayun langkah
kenapa jalan ini kian menyempit
sepi..sunyi…
walau ditengah riuh
kemana lagi kan ku ayun
tak ada ujung jalan ini
semuanya menipuku
apa aku harus kembali
mengulang langkah dari awal
tapi…
perjalananku begitu jauh
aku takut waktu tak beriku kesempatan
aku terlalu jauh mengayun langkah
badanku tlah berbau
kakikutlah injak lumpur
rambutku dinaungi kutu-kutu
tulang-tulangku ngilu
sekujur tubuhku tak lagi bersih
aku takut orang-orangg disana mengejekku
mungkinkah ada dijalan itu
orang kumal sepertiku

demi tekadku…
tak apa kucoba mengulang
ya…aku harus mengulang
biarpun semua indah ini harus kutepis
selamt tinggal
jalanku..
indahmu tlah menipuku…

Ratapan dalam Duka

Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak saya mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi
Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dirangka sayapku yang patah
Melawan badai tadi siang

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dihati yang tersayat oleh rasa
Melawan benci diruang cinta

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dijantung yang tertusuk duri
Hingga aku tiada tersadar lagi
Bahwa aku telah mati

lunaku

Apakah dia…
apakah dia adalah keidahan maya yang membuat sang nyata terpesona?
ataukah hanya kerlip semu yang melenyapkan haru..
seusai kuabadikan hati untuk membuatnya tetap bermimpi…
aku bertanya…

layakkah??

atau akankah hanya menjadi retak hati yang mengekang masaku…

hening…

keindahan yang mengelilingi jiwa…
dan rasa sakit yang bercermin kala…

kenapa aku rela bertaruh…
pada kisah yang tidak bisa aku akhiri…

hanya pada sang mata tempatku bertanya…
hanya pada sang hati tempatku berjanji…

aku kan menjaganya, di saat indahnya
atau saat setan membuatnya meneteskan air mata…

aku sayang kamu lunaku…
aku sayang kamu…
lunaku…

Luka hati

Aku disini terdiam
Tersentak tanpa kata
Seakan dunia gelap oleh kabut
Seolah cahaya hilang di telannya

Ku mencintai bukan membenci
Ketika ku coba untuk memahami
Arti cinta sebnarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat

Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan
Dengan sebuah silet tajam
Kau sayat seolah kau tak mempuyai rasa

Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karma ku mencintai
Buka ,aku yang di cintai

Semoga kau bahagia
Dengan luka ku ini
Semoga kau tenang
Dengan pederitaan hati

Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan mersakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku

Suatu saat kau akan tau
Arti cinta sebenar nya..

tuhan

aku tahu Kau selalu mendampingiku
aku tahu Kau tak pernah meninggalkanku
aku tahu Kau tak mau jauh dariku
tapi aku takut mendekat padaMU
Kau tahu mengapa?
karna dustaku begitu banyak
karna aibku terlalu berat
karna takkan cukup waktu bertahun-tahun mendengarkan permohonan maafku
Duh Tuhan…akankah kau mau menerimaku ?

Kegagalan Bukan Akhir dari Perjalanan

Perjalanan manusia penuh dengan lika-liku
Selalu berbeda tanpa batas ruang dan waktu
Kegagalan kadang kala menyakitkan kalbu
Jika tiada pembimbing bagi hati yang pilu

Ketika akhir dari tujuan tidak menjadi milik anda
Hanya keikhlasanlah yg menolong pedihnya jiwa
Tatkala kegagalan terus membayangi langkah kita
Pasrahkanlah segalanya pada Sang maha Bijaksana

Percayalah bahwa Sang Pencipta maha mengetahui
Sehingga sanubari senantiasa berdzikir tanpa henti
Renungkanlah makna hidup setiap insan di dunia ini
Niscaya kebahagiaan akan merasuk dalam ruang hati

Kegagalan bukan akhir dari suatu perjalanan
Karna ia hanya sebatas ujian dalam kehidupan
Kerinduan akan kebahagiaan selalu didapatkan
Bagi seorang yg berfikir bahwa hidup adalah ujian

Jadilah hamba Allah yang baik saat menyikapi segala cobaan
Sehingga jiwa yang tenang menghampiri nuansa kebahagiaan
Tataplah masa depan melalui doa dalam langkah kemenangan
Karna tiada hal yang sia-sia dalam setiap jalan pengorbanan.

Puisi Cinta sepenggal catatan dalam ingatan

sorot itu meredup
ada kristal terpiaskan
tertunduk…dukanya tak terukur…

memahami sedih di hatinya
namun yang ada hanya kagum dalam sesaknya dada
benarkah dia milik ku, …tertunduk.
kristal itu lepas mengalir di pipinya
menangis tanpa nada
ku tatap paras sendunya
ia sangat berduka…

coba mengerti galaunya,
tak dapat kulakukan diantara iba dan ragu
benarkah dia milik ku,…tertunduk
benarkah dia milik ku…