Jumat, 03 September 2010

SELALU BERJUANG DEMI CINTA

bErdhuA qta berchAma clalhu candha tawA tpi kdan2G qt mEmbsU tPi qta
tetp clhalu bErchama
qw inGhin qt bersma lgiE cndA tawa, , , ,qw ingn kAu clhallu adha
dsmphing qw krna qw btu oRng xG qw chynthai mEnEmniqw , , , , ,

I MIZZ OuEee. . .
MENJAGA INGATAN

Bila kau menjadi layang-layang
jangan lupa dengan pemintal benang
tanpanya kau tak bisa terbang
di hamparan langit luas membentang

jika kau menjadi kejora
yang ditunggu di gulita malam
ingatlah asalmu dari mana
dari matahari tak pernah padam

saat kau menjadi pohon tertinggi
hingga pucuk-pucukmu menghubungkan langit dan bumi
ingatlah tanah yang membesarkanmu
tanpanya kau tak kokoh berdiri
walau badai besar mengguncangmu

ketika larimu terlalu kencang
jangan lupa sebentar berhenti
mengambil nafas dan ancang-ancang
untuk nanti berlanjut kembali

bila kau manjadi raja
dunia dalam genggamanmu
tak seperti matahari kau kuminta
membakar semua yang mencoba mendekatimu
DIAMBANG KE HANCURAN

Semesta hijau mengepul hitam
diamuk api tak kenal padam
acuhkan siang atau pun malam
merah menyala manusia hanya diam

hewan menjerit berlari kesakitan
menjelma abu di belantara hutan
lestari berdiri di ambang kepunahan
alami menuju gerbang kehancuran

hewan abadi di lembar ensiklopedia
hutan asri di kanvas pelukis

rimba musnah berganti perkebunan
penuhkan saku adalah keharusan
kenyangkan hasrat perut manusia
biar hijau hangus tak bersisa
CERITA CINTA



Wafer bkata pd coklat
“Qt ni sungguh manis kn?”
Coklt menjawab
“ U pikir qt yg paling mnis?
U liat donk org yg baca sms ni
Lebih Manis!!
Liat..LIat
Dy tersenyum
Duh.. Manisnya…”

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu,
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Cintaq g seperti esia yg setia 1 jm
Gk seperti baygon yg setia 8 jm
N gk sprt pepsodent
Yg setia 12 jam
Cintaq sperti…?
Rexona
Yg setia setiap saat

Ingetin aku buat bawa kacamata hitam kalo ketemu kamu yak. Abisnya pesonamu menyilaukanku siy…

Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya.

Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku.

Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum.

Orang bilang bulan itu indah…tapi aku bilang tidak. Orang bilang planet venus itu cantik…tapi menurut aku tidak. Aku bilang bumi itu indah dan cantik…karena ada kamu.

Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku… akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa.

Rayulah aku,dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku, dan mungkin aku tak menyukaimu. Acuhkan aku, dan mungkin aku tak memaafkanmu. Semangatilah aku, dan mungkin aku tak kan melupakanmu.

Matamu bak purnama merindu
bisikmu seperti syahdu menusuk jiwaku
bibirmu telaga madu manis di sudut senyummu
bunga depositomu adalah sumber inspirasiku
BUJANGGA CINTA TAK BERCINTA

Aku masih menanti sang matahari pagi menggeliat dan membuka kelopak matanya Aku masih menanti kabut tipis berlari bersama butiran embun di ujung ilalang Aku masih menanti pagi ini kau hujani aku dengan cahayamu Karena pagi ini ingin kurajut sebuah pelangi untukmu Dengan warna-warna teduh yang terpancar dari kelembutanmu Merah ..kuning …hijau …biru….ungu …putih …. Yang ku rajut seperti selendang bidadari Untuk kau kenakan saat keteguhanku merengkuhmu.. Lihatlah pada birunya langit Pelangi itu terbentang indah hingga ke batas cakrawala Dan bias rona merahnya menyapu wajah tulusmu Hingga dalam binar matamu tergambar beningnya sebuah hati Mungkin aku akan tetap disini menanti malam menyuguhkan mimpi Dan melihat betapa cantiknya dirimu dengan selendang bidadari itu .. Walaupun aku takut sulaman mimpi itu selalu pergi Walaupun aku tak mampu memupuskan ragu ini Biarlah aku menunggumu …

-
pacar yang hilang kembali datang di ujud baru engkaulah itu! menitis sinta pada mata drupadi pada pipi lalu dayang sumbi pada cantikmu abadi purbasari putri bungsu pada rimbun rambutmu mengapa tak dengar sampai hingar kuseru tanpa suara mengapa tak hirau sampai parau kusapa tanpa kata lewatmu kelewat terburu sejenak tak singgah di serambi hati untuk bersetuju dan bikin janji
-

Sekalipun tak kumiliki engkau tetap milikku Selalu saja beterbangan di kamar masing-masing, sekelompok binatang purba bernama rindu, mendengung-dengung taringnya runcing menyengat bukan kulit tapi nadi, membengkak hari ke hari (mengapa mengusik sarangnya?) Ingin lupa ujud kamarmu yang hafal kamarku saja: buku-buku map-map tumpukan pekerjaan yang terbengkalai Tamasya tamasya kita bunuhlah sebisanya racun paling dahsyat paling nikmat bagi santapan kenangan

-
Ada wangimu tertinggal pada jari-jariku. Melekat dalam mata waktu mencoba terpejam Lalu begitu saja teringat saat-saat. Di pelataran rumah yang sama. Kursi masih mungkin berganti letak. Seperti hati? Tak tahu pasti. Kau juga Iseng kubaca bintangmu dalam astrologi. Lalu juga bintangku Majalah itu tentunya menipu kita tapi engkau tersenyum. aku juga Harapan itu meluncur tiba-tiba Sekelompok laba-laba membentangkan jaring. Bulan terperangkap Ada wangimu tertinggal pada jari-jariku. Ada wangimu melekat di mana-mana. Jangan hapuskan! Malaikat pun tak kan mampu mencucinya.
-

kudengar lagi dekak batu gilingan
kepulan asap di tungku membungkus baju kurungmu
pada subuh yang belum usai
kuraba tonggak tua rumah gadang yang berbulu digaruk kucing
di situ puisiku pertama kali menyerpih
melekat sebagai debu yang mengambang di langit-langit pagu
dapurmu

kudengar lagi sijingkat atah di ujung tampian
dedak yang berdenging di lantai tanah rumah kita
dan matamu menggambar sawah berjenjang
batang-batang padi menggembung seperti pantau yang hamil
dari sana gabah bersembulan
mengulai dari tangkai
seperti anak-anakmu, ati
ada yang bernas ada yang hampa

kudengar lagi kecimpung tawas dalam kuali
sore itu aku pulang membawa sejinjing belut dan anak gurami
yang kukail di batang air sialang
“kita goreng sama peria atau asam pedas saja?” tawarmu

kudengar lagi, hujan batu berderu di langit kampung
dentangnya menyerang loteng bilikku
subuh seperti mau runtuh
ke dalam secerek air yang telah kau panaskan
lalu secangkir kahwa mengepul
“menjelang berangkat, minumlah
seperti bangau betina sebelum meninggalkan kubangan,” ucapmu
dari anak jenjang pertama
aku turun mengayun lambai
di laman
di tampuk embun
puisiku karam
tersangkut pada kelopak kembang tiga bulan

kudengar lagi kicau pipik tuai
musim bertanam yang riang
lalang-lalang mengungsi ke belukar mintalak
sebab sawah-sawah digenang
ke sana aku mandi-mandi
memakai baju tut wuri handayani
“cepat pulang,” sesalmu
aku pun berlari
percikan lumpur melewati kepala
ingat kambing yang belum dikeluarkan
ingat kulit manis yang belum diangkat dari jemuran
ingat buku bergaris petak dan pr matematika
juga karangan singkat
yang harus dirangkai dengan huruf tegak bersambung
tapi puisiku berdetak di roda bendi
seakan ada yang meningkah rabana
menuntun suara gadis penyanyi kasidah

batinku melulung meniti bansi para bujang
yang kesepian di dangau ladang

aku dengar lagi gesek mata pisau penetek mayang nira
diasah bapak di batu gerinda
dan gerahamku selalu ngilu karenanya
sengilu ketika akhirnya bapak berperangai musang
menerkam-hilang
dari kandang ke kandangrumah gadang

kudengar lagi gerutumu di balik pintu
tentang cengkeh yang terjual murah
harga racun padi yang menanjak
dan bapak yang tak pulang-pulang

selalu kudengar semua, ati
sembari mengintipmu menangis di balik kelambu dipan
selalu
di pelukmu aku ingin rubuh
menghirup tubuhmu yang bau asap
meski dari dari ranah yang tak terdekap
di mana aku kini tersekap


Puisi Cinta, Sms Cinta, dan Cerita Cinta
March 19, 2009 · Posted in Asmara & Percintaan, Humor

Puisi Cinta

Sayang selasih tidak berbunga
Engganlah kumbang untuk menyapa
Sayang kekasih tidak setia
Badan merana kini jadinya
Di sana sini bunga pun kembang
Senanglah kumbang tinggal memilih
Putuslah sudah kasih dan sayang
Jangan di harap dia kembali

Sungguh malangnya hidupmu bunga
Janganlah layu sebelum kembang
Tentulah diri akan merana
Karena bunga tiada berdaya

Bunga yang malang jaga dirimu
Jangan lah layu sebelum kembang
Pupuklah iman dalam hatimu
Kalau kau layu di buang orang.

Ukir-ukir lah si kayu jati,jadikanlah sebuah jambangan
Pikir-pikir sebelum terjadi,janganlah menyesal kemudian,

Ketika Hatiku Berucap
Setiap kali puisi tak tercipta
selalu ada tanya
masihkah cinta itu ada?

Padahal puisi tak selalu kata
puisi bisa menjelma menjadi laku
bahkan walau hanya sekedar tarikan nafas

Puisi adalah semesta luas
tidak tertutup oleh jaring-jaring kata
MEMORI HATI YANG KINI BERSEMI

aku tak pantas untukmu

karena diriku ini tidak mempunyai apa - apa

tapi aku punya iman,,,

yang membuatku tegar hingga saat ini...

benar dikatanya Mr. M

smAkiN bNyaK BeRhRap pd MnUsia.....!!!

SmAkIn bAnYak itu PuLa keKeCewaAn di dpt....!!!

JgB pRNah bErhaRap pD MnusiA sekeciL ApapU hrPaN Qt..!!!