Jumat, 08 Oktober 2010

Penyebab & Perantara Penularan DBD

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyebab dan perantara penularan.

Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti.

Manifestasi penyakit

Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini, yaitu :

* Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
* Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
* Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur dsb.
* Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok pada bentuk ini sering terjadi kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

Pengobatan.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok / presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus.
Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin, atau pemberian antipiretika

Pencegahan.
Gunakan anti nyamuk & hindari berada di tempat-tempat yang kemungkinan banyak nyamuk disitu. Biasanya Aedes Aegypti beraksi disiang hari.
Awasi lingkungan di dalam rumah dan di halaman rumah. Buang atau timbun benda-benda tak berguna yang menampung air, atau simpan sedemikian rupa sehingga tidak menampung air. Taburkan serbuk abate (yang dapat dibeli di apotik) pada bak mandi dan tempat penampung air lainnya, juga pada parit / selokan di dalam dan di sekitar rumah, terutama bila selokan itu airnya tidak / kurang mengalir. Kolam / akuarium jangan dibiarkan kosong tanpa ikan, isilah dengan ikan pemakan jentik nyamuk. Semprotlah bagian-bagian rumah dan halaman yang merupakan tempat berkeliarannya nyamuk, dengan obat semprot nyamuk (yang banyak dijual di toko-toko) BILA TAMPAK NYAMUK BERKELIARAN DI PAGI / SIANG / SORE HARI.

Bila ada salah seorang penghuni yang positif atau diduga menderita DBD, segera semprotlah seluruh bagian rumah dan halaman dengan obat semprot nyamuk di pagi, siang dan sore hari, sekalipun penderita tersebut sudah dirawat di rumah sakit.

Pencegahan secara massal di lingkungan setempat dengan bekerja sama dengan RT/RW/Kelurahan dengan PUSKESMAS setempat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), Fogging, atau memutuskan mata rantai pembiakan Aedes aegypti dengan Abatisasi।

Penyebab dari demam berdarah dengue adalah nyamuk Aedes Aegepty dan dicurigai juga disebabkan oleh nyamuk Aedes Albotictus(nyamuk kebun).

Akibat dari demam berdarah dengue, adalah dengue shock syndrome, yang akan mengakibatkan penderita meninggal dunia karena terjadi pendarahan karena bocornya pembuluh darah dan pembuluh darah yang mengempis sehingga proses peredaran darah terhenti.

CARA MENDETEKSI DAN PENANGANAN :
Sebenarnya sederhana saja, bila kita panas, pada hari kedua bila tidak ada penurunan dari gejala panas meskipun sudah diberi antiiotika dan penurun panas, maka kita harus memeriksakan darah lengkap pada laboratorium. Meskipun hasil nya mungkin thrombosit kita masih normal diatas 150.000. Tetapi hasil ini adalah sebagai acuan bila kita memeriksakan lagi pada keesokan harinya.
Bila hasil lab yang kedua ternyata ada penurunan nilai thrombosit melebihi 50.000, meskipun hasilnya yang kedua masih diatas 150.000 tetapi ini sudah menunjukkan kecurigaan yang tinggi bahwa penderita menderita demam berdarah.

Langkah selanjutnya adalah pemberian infus yang harus diberikan di rumah sakit atau puskesmas.
Bila penderita sejak dini sudah ditangani oleh infus, maka sangat kecil kemungkinan terjadi shock karena kebutuhan cairan darah tercukupi oleh cairan infus meskipun thrombosit terus turun sampai dibawah 80.000.
biasanya paling lambat pada hari ketujuh thrombosit akan naik lagi.

Akan tetapi bila menunjukkan pendarahan meskipun thrombosit penderita masih tinggi diatas 80.000, harus segera diberikan tranfusi plasma untuk mencegah terjadinya pendarahan yang hebat dan kemungkina terjadinya shock.

Pada penderita awam biasanya masuk ke RS dalam kondisi kritis, maka kondisi ini akan menyulitkan tim medis untuk merecover penderita, sehingga pada kasus2 tertentu tidak tertolong lagi.

Jadi jangan diabaikan untuk segera memeriksakan darah lengkap pada laboratorium sedini mungkin.

Pada penderita demam berdarah yang terkena untuk kedua kali(ditandai oleh hasil IgG dengue yang positif) akan memberikan gejala yang lebih parah ditandai oleh turunnya thrombosit pada kasus2 tertentu bisa mencapai 14.000 saja. Disini selama tidak ada gejala pendarahan para dokter biasanya masih mengandalkan infus aja sambil menunggu lewatnya masa kritis setelah hari ketujuh(paling lambat).

CARA MENCEGAH:l
Dengan pemberian ABATE(LARVASIDAE) untuk membunuh jentik2 nyamuk, dengan cara menyiramkan ke tempat saluran air dirumah atau daerah2 yang tergenang air.

Mencegah terjadinya genangan air pada daerah sekitar kita yang memungkinkan menjadi tempat sarang nyamuk misalnya kaleng-2 yang tergenang air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar